Sidekick

Urip mung mampir ngejus

Saya selalu menyukai sosok sidekick. Robin lebih keren dari Batman, Doctor Watson lebih menyilaukan dibanding Sherlock Holmes bagi saya. Atau dari lapangan hijau Darren Anderton lebih mengagumkan ketimbang David Ginola di Spurs tahun 90-an.

Sidekick biasanya adalah perpaduan antara sosok kalem, tak egois dan rendah hati. Ia juga bukan sekedar “subordinat” bagi saya. Sidekick buat saya adalah  pemimpin dalam konteks yang berbeda. Ia bisa melawan ego pribadinya untuk kebutuhan tim.

Sidekick berada di tengah, ia mengingatkan sekaligus bisa berkontribusi. Namun selama ini saya tak pernah menemukan contoh nyata sidekick di depan mata saya. Beruntunglah tahun ini saya menemuinya.

Setelah bergabung sebagai Pengajar Muda ada satu sosok sidekick yang selalu melintas di kepala saya jika mendengar kata Indonesia Mengajar, sosok itu adalah Hikmat Hardono.

Pak Hikmat adalah Direktur Eksekutif Indonesia Mengajar. Orang di balik layar program ini. Ia memang jarang muncul di publik namun buat saya kontribusinya di program ini sama sekali tak boleh diabaikan. Tahun ini saya belajar banyak dari dirinya.

Saya banyak belajar tentang konsep pemberdayaan, perencanaan jangka panjang, dan bagaimana menyusun strategi secara runtut. Namun pelajaran terbesar yang ia berikan adalah menjadi role model nyata bagaimana menjadi sidekick yang benar.

Saya selalu ingat ketika empat puluh enam teman pengajar muda pelantikan. Kami larut dalam suasana itu. Dengan rendah hati (dan sedikit menyebalkan sebenarnya) Pak Hikmat berkeliling mengajak tos kami satu persatu sambil tertawa. Saya tahu ia sebenarnya tak tertawa, ia tertawa untuk mencairkan suasana. Hal kecil semacam itu hanya bisa dilakukan oleh sidekick. Ia bisa mencampurkan perasaan menjadi bagian dari kelompok sekaligus menjadi leader yang baik, malam itu hanya Pak Hikmat yang berhasil melakukannya.

Advertisements

7 thoughts on “Pak Hikmat

  1. rocky says:

    Selamat kepada Pak Hikmat, rock on!#eh

    Like

  2. BeDJo says:

    top markotop… panutan yang menjadi panutan

    Like

  3. Ardi Wilda says:

    @roki: rock on ki wes signatureku, ojo dibajak sek mas bro 😛

    @bedjo alias bang dul:kapan2 aku njaluk potone pak hikmat lagi ngelucu tapi gagal yo. nek ra lagi ngebenakke rambut e ;P

    Like

  4. kaarsekar says:

    heyho
    lagi iseng2 gugling soal pak HH, nemu tulisan ini. salam kenal sesama korps pengajar muda! salam dari ujung selatan Indonesia 😉

    Like

  5. Ardi Wilda says:

    @kaarsekar: terimakasih Sekar, sukses selalu di Rote ya, saya juga senang membaca blogmu 🙂

    Like

  6. faisaljamil says:

    gile.. AW.. gw terdampar di blog lw juga akhirnya.

    tapi gw sepakat we.. Pak Hikmat itu gak kalah keren dari pak Anies. Gw dulu pernah nanya sama temen2 PM. Gimana ya rasanya jadi pak HH, yang sangat pinter dan perannya besar banget di IM, tapi tidak seterkenal pak Anies.

    Ternyata jawabannya, sifat sidekick tadi. Tak Egois dan rendah hati. 😀

    Like

  7. Ardi Wilda says:

    hehe, makasih sudi mampir. Gw sih nganggepnya sidekick ya, mungkin ada istilah lain yang lebih tepat. Tapi kalo menurut gw pak hikmat itu contoh sidekick yang paling nyata 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: