Sidekick

Urip mung mampir ngejus

JUMINTEN EDISI LEBARAN – Lama tak terdengar di layar akuarium, Jodi Yogawan tiba-tiba menggebrak dengan dinobatkan menjadi Ketua Kokobers. Sambil memakan koko crunch dan Nata de Koko pria yang suka mengadu ikan cupang ini menjelaskan mengenai Kokobers. “Saya sudah jumpa pers dengan Mas Karyo tapi baiklah akan saya jelaskan kembali pada Juminten,” ujarnya pada reporter andalan kami, Toni Sucipto.
“Kokobers adalah komunitas pecinta baju koko seperti hijabers kalau perempuan, kegiatan kami selain main pingpong ya bakulan baju Koko di Tanah Abang Blok A,” jelas Jodi dengan tatapan mata tajam. Saat ditanya apakah pendirian Kokobers ada kaitannya dengan turunnya berat badan Tina Toon, Jodi menolak menjawab, “Maaf saya makan kolak dulu,” ujarnya mengelak.
Misteri yang masih menyelubungi Jodi dan Kokobers membuat reporter Juminten, Toni Sucipto melakukan wawancara eksklusif di tengah konser Last Child di Alun-alun kota Jogja. Jodi memakai baju koko dengan payet unik di sisi kiri dan pin bertuliskan, “Jangan lupa taraweh”. Dengan ramah ia melayani pertanyaan bermutu dari Toni Sucipto. Inilah wawancara khusus bersama Jodi untuk para pembaca Juminten di rumah.
***
Halo Bung Jodi, lama tak jumpa, bagaimana kabarnya?
Baik Mas Toni Sucipto, kabar Mas Toni sendiri bagaimana? Masih gila dan selo kayak dulu kan ya?
Dengar-dengar sedang sibuk ekspor impor Sate Usus Rainbow, benar begitu?
Iya bener banget mas, selain ekspor sate usus rainbow ke berbagai negara di Afrika saya juga sedang mencoba berbisnis sendal Theklek Cordorai sekarang. Alhamdulillah oleh masyarakat bisnis ini disambut dengan pelepasan 3 ekor emprit.
Oke langsung ke inti permasalahan ya, sudah siap wawancara atau butuh main pingpong dulu?
Saya biasanya sebelum diwawancarai itu lempar Jumroh terlebih dahulu biar kualitas suara mumpuni.
Belum lama ini anda dikabarkan mendirikan Kokobers yakni komunitas penggemar baju koko sebagai teman akrab hijabers, benar demikian?
Benar mas Kokobers atau Koko Bersama.
Apa yang melatarbelakangi terbentuknya Kokobers?
Yang melatarbelakangi terbentuknya itu adalah ketika saya menonton iklan Koko Krunch di tivi, seketika itu juga saya terbesit ide untuk membentuk komunitas penggemar Koko baik Koko Krunch atau baju Koko atau Koko Ro Tomo, Kokoh Kokoh Mangga Dua atau bahkan Mas Mas dengan nama Koko untuk bersaing dengan Endang Club.
Anda berhasil mengalahkan Sahrul Gunawan dan Nasar dalam pemilihan ketua Kokobers, apa rahasia kemenangan anda?
Iya memang saya berhasil mengalahkan dua kandidat tersebut mas. Kuncinya adalah SABAR. Harus sabar sampai tiba saat yang pas untuk me-mlotrok-kan celana mereka ketika mereka sedang pidato di depan para audience.
Dalam pidato pembukaan di Gondomanan banyak bendera The Virgin berkibar, ada hubungan tertentu antara Kokobers dengan The Virgin?
Oh tidak ada hubungannya kok, itu cuman kerjaan iseng para gondes (gondrong desa) dan local youth Gondomanan Brotherhood.
Mengapa Widodo C Putro dipilih sebagai ketua dewan pembina Kokobers?
Mengapa Widodo C Putro dirasa sangat pas untuk menjabat ketua dewan pembina Kokobers karena dia punya anak yang bernama Koko Thole.
Tiga hari setelah didirikannya Kokobers, Widodo C Putro mengatakan falsafah dasar Kokobers adalah tetap sportif mengambil kue nastar, apa maksud falsafah itu?
Oh saya malah baru tau mas tentang falsafah itu! Pantesan aja ketika istri saya, Kirsten Dunst, pesen nastar di Ibu Pipit pasti cepet habisnya sampai-sampai saya sendiri nggak kebagian. Jingan koe Do!
Program 100 hari Kokobers yang anda ingin wujudkan adalah pembuatan nastar bersertifikasi Haji Jeje, bisa dijelaskan program ini seperti apa?
Oiya, program itu tengah dikebut untuk mewujudkannya, program itu sebenernya untuk menumbuhkan rasa cinta kepada kue Nastar dimana bagi pembuat yang setia akan mendapatkan bentuk apresiasi dari kami berupa mampir ke rumah Haji Jeje. Program itu terus kami godog sampai sekarang diatas wajan panas.
Bagaimana tanggapan komunitas hijabers atas didirikannya kokobers?
Tanggapan mereka bagus banget ke kita. Kadang kalau setelah pertandingan biasanya kita saling tuker-tukeran Koko dan Jilbab.
Oh iya ini pertanyaan titipan teman saya, bagaimana cara memilih baju koko yang trendi di Ramayana?
Gampang banget itu mas, pilih koko dari bahannya. Biasanya yang bermerk Channel, Gucci, Louis Vuitton atau Alien Workshop bahannya bagus-bagus dan enak dipakai. Agak mahal memang karena bahannya menyerap keringat.
Menurut rilis pers di kokobeat.net anda akan mengadakan tur kokobers, kemana saja tur ini akan dilakukan dan alasan dipilihnya tempat tersebut?
Tur ini rencana kami adakan pertengahan bulan purnama kedua sampai gerhana bulan ketiga, rencananya kami akan tur ke beberapa Panti Jompo, tempat-tempat prostitusi dan tempat pemotongan emprit di beberapa negara di Benua Eropa dan Benua Jawa. Dengan pertimbangan-pertimbangan dan salah satunya berhubung saya sedang mencari istri ketiga-belas dan saya dengar juga awewe di daerah tersebut kasep pisan euy, makanya saya berkeinginan untuk mengunjungi daerah-daerah tersebut.
Ada tips khusus untuk rekan-rekan yang ingin tampil trendi dengan baju koko?
Mungkin tips dari saya adalah belilah baju Koko melalui jalan yang benar, banyak berdoa, rajin Istighfar. Jangan berebutan dengan ibu-ibu pemburu diskon dan sering-seringlah menyetrika, baik baju Kokonya atau muka anda.
Pertanyaan terakhir, apakah kue nastar yang kebanyakan telur akan membuat warna kuningnya memudar?
Yap, kebanyakan telur hanya akan membuat bentuk dari nastar tersebut menjadi jelek. Kalau warna kuningnya memudar, saran saya segeralah pergi ke toko cat dan belilah Avian Paint, dan tips juga dari saya, kalau anda punya “telur” sendiri, kenapa harus beli? Itu saja mungkin jawaban-jawaban dari saya, maaf kalau terlalu singkat, karena saya sedang disibukkan dengan beberapa aktifitas seperti bermain pingpong dengan Pete Sampras dan syuting Transformers jilid empat bersama Mama Dedeh.
Advertisements

One thought on “Jodi: Revolusi Baju Koko Telah Dimulai

  1. Ayu Welirang says:

    Tulisan ini sukses membuat saya ngguya-ngguyu dewe.. :)))

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: