Sidekick

Urip mung mampir ngejus

Ada satu bagian Novel Kubah karangan Ahmad Tohari yang selalu saya ingat. Bagian itu menceritakan apa yang kerap Margo ceritakan pada Karman mengenai perjuangan partai. Margo, seorang pengurus partai beraliran kiri, selalu mengulang-ulang kisah Kinah yang bayinya hampir mati di sawah.

 

Alkisah Kinah, seorang janda miskin di desa itu, membawa bayinya saat hendak memanen sawah garapan juragan di desa. Saat asyik menggunakan ani-aninya sang bayi diserang oleh semut merah. Beberapa semut masuk ke lubang-lubang di tubuhnya. Hidung, telinga, sampai alat kelaminnya. Badan sang bayi memerah. Ia hampir mati.

 

Margo kemudian mengulang narasi itu dengan mengatakan bahwa ada ketidakadilan sistem yang sedang terjadi. Sebuah jurang ekonomi antara sang juragan sebagai priyayi dan mereka para buruh di sawah. Jurang itu harus didobrak dengan revolusi. Karman termakan dengan narasi dari Margo. Ia kemudian ikut Margo dalam gerakan partai.

 

Cerita serupa Margo juga terjadi dalam film Mockingjay. Diceritakan Katniss (Jennifer Lawrence) sudah bersedia menjadi Sang Mockingjay. Untuk mendukung hal itu maka akan dibuat iklan televisi agar rakyat tergerak melakukan revolusi bersama Katniss. Percobaan pertama dilakukan dengan melakukan pengambilan gambar di studio dengan skenario yang sudah tertata rapi. Hasilnya gagal total. Melihat hal itu, maka dilakukan perombakan dalam pembuatan iklan.

 

Haymitch (Woody Harelson), salah seorang kawan Katniss, melakukan sebuah metode yang menarik. Ia bertanya pada orang-orang dalam tim tersebut kira-kira, “Momen apa yang menurutmu paling menyentuh dari Katniss? Momen yang benar-benar terjadi.” Salah satu jawaban yang muncul adalah Katniss membuat terharu ketika menggantikan adiknya dalam pertarungan. Setelah semua jawaban terkumpul Haymitch mengatakan bahwa pengambilan gambar di studio hanya akan sia-sia. Katniss harus ada di medan perang sesungguhnya. Benar-benar berperang untuk pengambilan gambarnya.

 

Margo dan Haymitch sebenarnya sedang menyusun sesuatu yang besar. Katakanlah revolusi, tapi mereka tak mengutip pemikir besar, mereka mengutip keseharian. Keseharian yang konkret.

 

Potongan-potongan kisah Margo dan Haymitch mengingatkan saya pada apa yang dikatakan Kissinger. “A great leader must be an educator, bridging the gap between the vision and the familiar.”

 

Kissinger ada benarnya. Saat bertemu seorang rekan yang setiap hari mendampingi banyak pihak menulis narasi ia sering mengeluh tak pernah ada cerita yang konkret. Ia menggunakan metode yang mirip dengan Haymitch saat pendampingan. “Ada enggak satu cerita kecil yang kamu inget? Yang bener-bener kejadian,” pesannya. Ia mengatakan banyak yang lebih senang berakrobat dengan pemaparan undang-undang, konsep yang besar, atau paparan yang melelahkan.

 

Kita tenggelam dalam “the vision” tapi tertinggal dalam “the familiar”.

 

Akibatnya terlalu banyak hal artifisial yang hadir. Ia begitu kering, seperti ketika Katniss tampil di studio untuk memimpin gerakan besar.

 

Maka jangan heran jika kemudian seperti Kissinger katakan ada jembatan yang gagal kita bangun. Kita tak berhasil “bridging the gap” tapi menjadi “gap” itu sendiri.

 

Novel Kubah ditutup dengan Karman yang kembali setelah puluhan tahun diasingkan. Pak Haji di kampungnya memintanya membuat sebuah kubah untuk masjid. Bersama para warga ia kemudian membangun kubah itu. Ia menjadi bagian dari warga bukan ketika dari mulutnya penuh busa retorika. Penerimaan itu datang dari sesuatu yang konkret, yang familiar di sekitar kita.

 

Ketika kita gagal menjadi Margo dan Haymitch mungkin kita lupa bahwa ada hal besar dalam sesuatu yang kita sebut dengan keseharian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: