Sidekick

Urip mung mampir ngejus

Syaiful-Bachri-Bang-Ipul

Bang Ipul (29) di depan kamar kosnya di kawasan Lempuyangan, Yogyakarta.

 

Akan selalu ada seorang sahabat yang membuat kita iri bukan karena kemewahannya melainkan kesederhanaannya. Bagi saya, sahabat itu bernama Bang Ipul.

 

Monggo, ini taman bermainku,” buka Bang Ipul. Yang Bang Ipul maksud dengan taman bermainnya adalah sebuah kamar kos kecil berukuran sekitar 3×3 meter. Kamar itu sebenarnya lebih cocok disebut ruang berkarya atau workshop. Namun, Bang Ipul lebih senang menyebutnya dengan “taman bermain”.

 

Bang Ipul nyatanya memang senang bermain-main di sana. Ia memainkan apa yang ia sukai. Di tembok terpajang beberapa sketsa karyanya, lantainya penuh dengan sablonan baju pesanan, sementara teras depannya dihiasi dengan rendaman pewarna alami. “Aku lagi senang dolanan kain sama pewarna alami, Bang,” jelasnya.

 

Sore itu, di tengah guyuran hujan deras kota Jogja, Bang Ipul lancar menceritakan seluk beluk pewarna alami untuk kain. Berderet tanaman penghasil pewarna alami ia sebutkan dengan fasih; mulai dari secang, tingi, tegeran, jolawe, dan indigo.

 

“Aku pingin mulai nyoba ngelukis kain ukuran besar pakai pewarna alami, kalau sekarang yang banyak kan dicelup, bukan dilukis,” harapnya.

 

Pengetahuan Ipul tentang pewarna alami tak ia dapat secara instan. Dulu, ia lebih banyak membuat ilustrasi atau sketsa dengan pensil. Pun, ia pernah menjelajahi dunia sablon menyablon. Kini, ia merambah kain dengan pewarna alami.

 

“Umur-umur sak mene kan yo kudu fokus, Bang. Mugo-mugo iki dalane (Ketika sudah dewasa, kita kan kudu fokus, semoga [kain] ini bisa jadi fokusku).”

 

Berkunjung ke kosan Bang Ipul ibarat berziarah. Menziarahi semangat masa muda yang terkadang terlalu naïf. Di kamar itu semangat-semangat masa muda seperti menyeruak kembali. Bang Ipul menghidupkannya. Mungkin dengan nafas yang tersengal-sengal.

 

Nyatanya Bang Ipul tak naïf. Ia menyadari dunia terus bergulir. Kehidupan terus menuntut.

 

Ia masih menerima pesanan sablonan kaos untuk menambah penghasilannya. Berfokus pada kain tak serta merta membuatnya egois harus menutup saluran pendapatan lain. Ada perut yang harus diisi, ada ibu yang harus ia temani.

 

Dalam satu momen di pertemuan kami, ia bercerita kegundahannya. Tentang teman-teman yang dalam istilahnya “wes tekan ngendi-ngendi” sementara ia merasa perjalanannya belum jauh.

 

Bila kebanyakan orang dengan pilihan tak lazim terkadang mudah menghakimi orang lain yang pilihannya dianggap biasa, Bang Ipul tak melakukannya. Ia tak menjadi holier than thou karena pilihannya. Bagi Bang Ipul, poinnya bukan pada pilihan apa yang diambil.

 

“Seng penting jujur wae Bang karo awak e dewe (Yang penting jujur dengan diri sendiri).”

 

Hujan mulai mereda ketika Bang Ipul mengucapkan pesan itu. Hampir tiga jam kami berbincang di kamar kosannya yang mungil.

 

Saya meminta Bang Ipul berfoto di depan kamar kosnya. “Buat kenang-kenangan, Bang,” pinta saya. Foto itu kini tersimpan di telepon seluler saya.

 

Orang di foto itu adalah sahabat yang akan selalu saya kenang karena kesederhanaannya.

 

Advertisements

4 thoughts on “Bang Ipul

  1. Nadia says:

    Selalu penasaran sama workshop Bang Ipul ini, eh kamu malah udah main duluan. Bang Ipul itu ntah kenapa sederhananya itu cuma casing sama falsafah hidup, padahal mah kalo ngobrol bisa banget ngalor-ngidul gosip sama urusan kompleks. Hahaha, rameee

    Like

    1. ardiwilda says:

      besoknya abis aku main ke kosnya bang ipul ngisi workshop nad nang daerah utara cerak hyatt nek ra salah

      Like

  2. Asnoer says:

    Keren kali ini Bang Ipul, kapan-kapan ajakin main ke tempat belyau

    Like

    1. ardiwilda says:

      nanti kalo ke jogja saya ajak ketemu bang hehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: