Sidekick

Urip mung mampir ngejus

  Saya berdiri di depan sebuah mural berukuran sekitar 3×3 meter. Tepat di bagian bawah mural itu terdapat tali jemuran. Sebuah daster, celana panjang, dan celana dalam berwarna hitam digantung di jemuran tersebut. Melihat itu saya hendak mengeluarkan telepon seluler untuk mengabadikannya. Mural dan jemuran tentu sebuah juxta yang menarik.   “Maaf Mas, saya angkat …

Continue reading

Apa yang lebih penting dari mencapai sesuatu yang ideal? Bagi saya, memahami apa yang ideal bagi orang lain.   Empat orang yang duduk di depan saya langsung melantangkan suaranya ketika sate saya datang. Mereka protes kepada salah seorang tukang sate karena pesanannya belum datang. Sementara, saya yang datang belakangan sudah mendapatkannya. Saya berusaha menawarkan sate …

Continue reading