Sidekick

Urip mung mampir ngejus

Saat pulang ke rumah, saya kerap mampir di warung makan bernama “Bakso Ojo Lali”. Letaknya sekitar satu setengah kilometer dari rumah. Setelah perjalanan panjang dari kantor saya biasa beristirahat dulu di sana, agar saat sampai rumah bisa langsung terlelap.   Baksonya terasa gurih. Mungkin karena jumlah dagingnya yang banyak, tak seperti kebanyakan bakso lain yang …

Continue reading

Ada satu bagian Novel Kubah karangan Ahmad Tohari yang selalu saya ingat. Bagian itu menceritakan apa yang kerap Margo ceritakan pada Karman mengenai perjuangan partai. Margo, seorang pengurus partai beraliran kiri, selalu mengulang-ulang kisah Kinah yang bayinya hampir mati di sawah.   Alkisah Kinah, seorang janda miskin di desa itu, membawa bayinya saat hendak memanen …

Continue reading

Mungkin lebih dari 20 kali saya menonton “Tiga Hari Untuk Selamanya”. Saya senang karena kecemasan-kecemasan masa muda tergambar dengan sangat apik di film ini. Saking seringnya saya menyaksikan film ini, saya hafal scene-scene yang ada. Scene di Sendang Sono bagi saya adalah yang terbaik.   Dalam scene tersebut Yusuf dan Ambar, dua tokoh utama film …

Continue reading

Ada yang berubah pada Taman Suropati beberapa bulan ke belakang. Saya mengetahuinya karena rajin mengunjungi taman yang terletak di depan Musem Perumusan Naskah Proklamasi ini. Perubahannya bukan pada aspek bangunan atau desain tamannya. Perubahan sayangnya terjadi pada hal yang lebih mendasar, pada alasan taman ini menjadi penting.   Saya senang mengunjungi Suropati karena sebuah alasan …

Continue reading

Ada satu ucapan Pak Boed tiga tahun silam yang saya kenang hari ini. Sambil menepuk pundak saya ia mengatakan, “Maaf ya kamu jadi susah ke kampus kalau ada yang lagi ngedemo rumah saya,” ujarnya tulus. Itu adalah respon Pak Boed ketika saya mengatakan bahwa rumah kontrakan saya di Jogja ada di belakang rumah beliau. Ucapan …

Continue reading

Saya selalu ingat sebuah wawancara dengan Ugoran Prasad, vokalis Melancholic Bitch (Melbi), beberapa tahun lalu. Ada satu bagian yang menurut saya relevan dengan keadaan saat ini. Ugo, sapaan akrab vokalis cum penulis ini, bercerita tentang relasi antara dirinya dengan grup band idolanya, Slank.   Ugo mengatakan sejak kecil ia mengidolai band yang dimotori oleh Kaka …

Continue reading

Dua hari lalu saya dan tiga orang teman menonton di Blitz, Grand Indonesia. Yogi, salah satu teman, mengajak untuk menonton “Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno” sebuah epos Jepang yang lebih dikenal dengan sebutan Samurai X. Film ini memang hanya tayang di Blitz, sebagai penggemar Kenshin Himura, tokoh dalam film itu, Yogi getol mengajak menyaksikan aksinya di …

Continue reading

“Kalau ojek sama taksi harganya sama ya pilih naik ojek tho, mesakke (kasihan) tukang ojek kalau semua naik taksi,” ucap Chiro. Sore itu ia bertanya cara menuju ke kawasan bisnis SCBD dari kantor saya. Ia datang ke kantor bukan tanpa alasan, Sabtu ini ia akan terbang ke Negeri Paman Sam untuk melanjutkan studi. Sebelum berangkat …

Continue reading

“Endy biasanya tak pernah memanggil saya dengan panggilan Mbak, dia panggil saya Janet saja, jadi aneh rasanya dipanggil Mbak Janet,” ujar Janet Steele malam itu. Janet sendiri adalah seorang profesor jurnalisme dan sejarawan di George Washington University. Setiap tahun ia mengunjungi Indonesia untuk berbagai keperluan, misalnya mengajar program menulis yang diadakan Yayasan Pantau. Endy yang …

Continue reading

Malam ini saya kembali memandang puluhan karton kecil yang tertempel di dinding. Puluhan karton tersebut ditempel oleh Ayu Kartika Dewi, biasa saya sapa dengan Mbak Ayu, saat beberapa hari lalu berbagi mengenai mendapatkan beasiswa. Karton tersebut adalah salah satu alat yang ia gunakan untuk memfasilitasi jalannya diskusi.     Bukan sekali itu saja Mbak Ayu …

Continue reading