Sidekick

Urip mung mampir ngejus

Beberapa waktu lalu saya baru sadar seorang rekan saya sedang patah hati. Salah satu calon bankir muda berbakat ini nampaknya sedang mengalami masa-masa suram dalam cerita percintaannya. Saya sudah berusaha mengingatkannya beribadah agar tenang, juga sudah menenangkan dirinya dengan pesan pendek penuh kata motivasi ala Mario Teguh, sayang ia masih galau. Jurus terakhirpun saya keluarkan, “Bro tak traktir Bebek Slamet sepuasnya tapi syaratnya satu, koe ra oleh sedih (kamu enggak boleh sedih).” Sayang ia menolak tawaran itu, andai ia menerima tawaran itu bisa jadi saya kelimpungan mencari utangan. Tapi itu bukan masalah, gali lubang tutup lubang adalah salah satu keahlian saya dalam mengatasi krisis ekonomi pribadi.
Belum rampung urusan satu orang patah hati, seorang kawan lama tiba-tiba curhat melalui YM. Ia bilang ia baru saja putus dengan pacarnya. Saya tahu ia sangat sayang dengan cowoknya. Tapi mau bagaimana lagi, berpisah mungkin terbaik buat mereka. Karena jarak yang jauh tentu tawaran traktir makan tak bisa saya lakukan, yang bisa saya lakukan hanya mengirimi pesan pendek ala Mario Teguh lagi. 

Pesan pendek ala Mario Teguh sebenarnya sedikit menjijikkan buat saya. Tulisan ini saya rasa adalah pertolongan terakhir saya untuk mereka berdua. Kelima lagu ini adalah lagu-lagu yang paling ampuh “menikmati” patah hati. Tak perlu takut dibilang cemen, nikmati saja masa-masa itu, setiap orang yang hadir di kehidupan kita pasti memberi hal positif. Sakit hati itu wajar, menjadi pembenci itu tidak wajar, kelima lagu ini membingkai sakit hati dengan sangak bijak (dan catatan pentingnya beberapa sangat menyanyat). Tolong berjanjilah pada saya setelah mendengar lima lagu ini tetap sayang dengan mantan kalian dan tetap membingkainya dalam ruang khusus di hati kalian. Dan teruskanlah hidup kalian, karena tak ada tombol playback dalam hidup. Inilah kelima lagu patah hati terbaik versi saya.
5. Jatuh Cinta (Bonita)
Jika The Milo adalah mimpi buruk saat anda patah hati maka Bonita adalah mimpi paling indah yang bisa anda pilih saat patah hati. Seperti Monita, Bonita punya suara yang amat teduh. Mendengarkan lagu-lagunya bagai diajak berkeliling taman sambil memakan buah segar yang masih menyisakan tetesan air di kulitnya. “Jatuh Cinta” adalah sebuah lagu yang membanting konsep kita akan jatuh cinta. Kita mengenal jatuh cinta saat ada orang lain yang datang. Bonita merombak itu semua, di lagu ini ia jadi mencintai dirinya sendiri karena ditinggalkan orang lain. Bukan berarti ia egois, ia mencintai segala perjalanan yang terjadi dalam hidupnya. Dan salah satu perjalanan itu adalah sakit hati. Tak ada kata-kata motivasi yang bombastis, lagu ini hanya mengajak kita mensyukuri atas senang dan sedih yang pernah kita rasakan. Coba dengar lirik yang cantik ini, “Ku pernah merasakan terbang tinggi, setinggi lengkung senyumku ini…sebelum dia tinggalkan kusendiri, kutelah jatuh cinta pada hidupku.” Ibarat sebuah pesan moral dalam cerita-cerita di buku pelajaran SD, Jatuh Cinta-lah pada dirimu sendiri sebelum jatuh cinta pada orang lain.

4. Don’t You Remember (Adele)
Sebelum Adele saya hanya megkorelasikan penyanyi solo wanita dengan Alanis Morissette dan Natalie Imbruglia, terkadang Lisa Loeb. Buat dua teman saya, jika anda merasa sebagai orang paling terpuruk di dunia coba dengarkan lagu ini. Adele membuat lagu ini saat patah hati. Sebuah lagu yang amat personal, menyanyat tapi tak cengeng. Di lagu ini memang ada kesan sedikit kebencian dengan orang yang meninggalkan namun itu yang membuatnya menjadi begitu wajar, setiap orang pasti sempat merasakannya. Tak ada umbaran kata motivasi yang klise. Lagu ini begitu sederhana, ia tak berteriak untuk mengajak orang bangkit, Adele hanya berbisik kecil. Bisikan itu memang tidak mengenakkan tapi cukup menenangkan. 
3. Ingatlah (Monita Tahalea)
Pepatah klasik mengatakan batas benci dan cinta itu tipis. Salah menyikapi patah hati bisa-bisa anda jadi seorang pembenci. Bayangkan kalau anda putus dengan sepuluh orang, minimal anda benci dengan sepuluh orang kalau salah menyikapi patah hati. Lewat lagu “Ingatlah” Monita mengingatkan kita untuk menjaga garis batas itu dengan tegas. “Ingatlah” bercerita tentang perpisahan dan menjaga cinta dalam perpisahan tersebut. Tentu cinta dalam koridor yang lain. “Kita pernah ada di satu masa bersama” adalah sebuah lirik yang mengingatkan untuk terus mengambil sisi positif dari sebuah hubungan. Jangan ada benci setelah cinta. Ingatlah apa yang sudah kita buat untuk menatap masa depan yang lebih baik.
2. Peluk (Dewi Lestari Feat Aqi Alexa)
Satu hal paling menyakitkan dari sakit hati adalah ketika kita tak bisa menyalahkan siapa-siapa. Akhirnya kalau dalam istilah bule muncul love-hate relationship. “Peluk” adalah dialog sederhana tentang perpisahan. Perpisahan tak harus selamanya diakhiri dengan tamparan dan jalanan bekas hujan layaknya dalam beragam cerita picisan. Berpisah seperti sebuah pelukan terakhir. Di tiap pelukan selalu muncul kehangatan, namun ketika pelukan terlepas kita kehilangan pegangan. Dan hidup tak selamanya bisa berpelukan. “Peluk” membingkai sebuah perpisahan dengan sangat berjarak. Pelukan hadir karena kita merasa berjarak, saat ingin menghapus jarak itu kita sesungguhnya bersiap mengambil jarak lagi. Berpelukan dengan kenangan memang menyakitkan namun ia berguna untuk melangkah menuju masa depan. 
1. Mata, Hati, Telinga (Maliq & d’essentials)
Saya tak pernah menyukai grup ini. Satu-satunya alasan saya menaruh album Maliq di Ipod agar bila ada wanita yang meminjam Ipod saya ia bisa setidaknya menikmati sebuah lagu yang ia suka. Namun khusus untuk lagu ini saya rasa Maliq adalah superhero bagi semua orang yang menganggap derita cinta adalah akhir dunia. Dengarkan lamat-lamat lirik ini, “Buka mata, hati, telinga sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta.” Maliq benar bahwa cinta itu universal, sayangnya ia sudah dikomodifikasi menjadi sekedar hubungan seorang laki-laki dan wanita di beragam kisah cinta. Bahkan kadang kita lupa mencintai orang lain di sekitar kita, jelas munafik kalau saya bilang rasanya sama saja mencintai pasangan dan orang lain. Namun setidaknya berbagi cinta ke orang sekitar tanpa ada tendensi apapun rasanya sangat nikmat. Seorang tokoh pewayangan, Semar, pernah berkata bahwa orang paling bahagia adalah mereka yang ikhlas berbagi cinta ke sesama, secara material mereka takkan mungkin bisa kaya, namun ketika mereka butuh bantuan akan selalu ada yang membantu. Lagu ini mengingatkan kita akan filosofi tersebut, berbagilah cinta ke sesama niscaya selalu ada jalan untuk kita menuju kebahagiaan. Yang diperlukan sangat sederhana, tinggal membuka mata, hati dan telinga anda.
*Jika anda merasa saya sok bijak maka anda benar sekali. Saya saja mengakui postingan ini sok bijak, namun kelima lagu ini saya rasa mampu membuat kedua teman saya bisa sejenak bernafas lega dan tak larut dalam kesedihan. Perlu diingat juga hidup bukan tentang lagu, hidup lebih keras dan lebih metal dari lagu metal sekalipun jadi lagu ini hanya hiburan sejenak, hiburan sesungguhnya silakan keluar rumah dan tersenyumlah pada siapapun.    
 
Advertisements

7 thoughts on “Lima Lagu Patah Hati

  1. nagara says:

    kata-katamu sok bijak we'
    tapi bener juga kata you,membenci mantan ternyata lebih bikin sakit hati daripada mengikhlaskannya pergi

    Like

  2. andin says:

    halo mas awe !
    saya selalu suka mengikuti blog dan kegiatan kegiatan yang mas awe lakukan semacam #31harimenulis.

    blognya bagus mas :DD
    btw aku adik angkatan di bul loh tp mungkin kita tidak pernah berkenalan langsung :3
    salam kenal mas ! 😀

    Like

  3. Ardi Wilda says:

    @nagara aji: halo kakak aji, ikut acara mario teguh aja yuk, hahahaha
    @andin: salam kenal andin, makasih sudah mau berkunjung 😀

    Like

  4. nagara says:

    @kakak awe : kapan kita nobar mario teguh??

    Like

  5. Ardi Wilda says:

    bisa diatur kakak aji 😛

    Like

  6. dian says:

    wah.. aku sampek nangis lo baca postingannya
    #efek patah hati ini mah
    tapi pilihan lagunya emang bagus mas/om 🙂

    Like

  7. Anonim says:

    hai manis

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: