Sidekick

Urip mung mampir ngejus

Jika masjid berakar kata sa-ja-da yang artinya bersujud, bukankah hanya itu yang penting? Tempat bersujud – memuliakan nama-Nya?

(Avianti Armand, Rumah Tuhan dalam buku Arsitektur Yang Lain)
Beberapa hari ini entah kenapa saya selalu memikirkan hal-hal religius (jika memang religius adalah sebuah istilah yang tepat). Sebabnya sederhana, iklan sirup mulai marak di televisi, artis-artis mulai mengeluarkan album religi, dan ustad karbitan mulai datang silih berganti. Ya Ramadhan akan datang sebentar lagi. Membuka hati siapa saja yang tertutup menjadi terbuka. 
Ramadhan adalah sebuah momen spesial bagi saya. Dulu saat saya kecil keluarga saya cenderung Islam abangan. Kami jarang melakukan sebuah ritual yang menjadi amanah dalam agama ini. Ramadhan kemudian menjadi saat spesial bagi saya dan keluarga karena ini saat ketika saya menjalankan perintah agama. Sayangnya saya tak selalu sepenuh hati menjalankan hal tersebut, hal itu lebih dikarenakan sebuah buku Agenda Ramadhan. 
Bagi yang tak mengenal buku Agenda Ramadhan akan saya jelaskan sedikit. Ini adalah buku yang diberikan pada tiap murid saat bulan Ramadhan tiba. Di buku ini terdapat banyak hal yang harus diisi, dari mulai apakah kita melaksanakan puasa, menjalankan sholat lima waktu, atau apa kita menjalankan tarawih sampai pada isi ceramah antara sholat isya dan tarawih harus kita rangkum. Tak lupa tanda tangan penceramah sebagai bukti kalau kita sudah menjalankan ibadah. Buku ini kemudian dikumpulkan setelah liburan Idul Fitri. Saat saya SD dulu saya memandang agenda ramadhan biasa saja, namun saat ini saya rasa ada yang salah dengan konsep buku ini. 
Saya percaya agama adalah urusan dua hal, urusan vertikal dan horizontal. Urusan vertikal tentu antara kita dan sang pencipta. Ini adalah momen yang sangat personal untuk setiap orang. Ini adalah momen ketika “Allahu Akbar” menjadi begitu nyata. Kita hanya sebersit kecil dibanding sang pencipta. Dan tiap orang akan menemukan momen personalnya bersama Tuhan. Sholat, dzikir, Misa, pergi ke Pura, atau beragam hal lainnya adalah soal menemukan hubungan personal antara kita dan Tuhan. 
Urusan horizontal adalah tentang sesama. Seperti diktat dasar pelajaran PPKn manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri. Hubungan manusia dan sesamanya atau dengan kata lain Hablumminannas menjadi begitu penting. Hubungan horizontal menjadi penting untuk mengingat kita hanyalah bagian kecil dari sebuah semesta. Pada akhirnya (dan secara tak langsung) terkadang hubungan horizantal menciptakan momen personal yang mengingatkan akan Tuhan. “Gw percaya Tuhan kalau liat cewek gw senyum,” kata seorang teman saya saat dia mengajak saya menjadi obat nyamuk di kencannya. Ya tak ada yang salah dengan itu. Tiap orang akan punya momen personalnya masing-masing. 
Agenda Ramadhan hadir secara tiba-tiba dan merusak tatanan itu. Ibadah adalah soal hubungan kita dengan Tuhan. Bahkan saat seseorang bertanya apakah kita berpuasa kadang kita menjawab dengan “Insya Allah”. Sebab puasa adalah sesuatu yang sangat personal, tak ada seorang pun yang tahu kita puasa atau tidak kecuali Tuhan. Agenda Ramadhan kemudian meminta kita mencontreng kolom apakah kita berpuasa atau tidak. Ia kemudian rewel meminta kita menjawab pertanyaan apakah kita sholat lima waktu atau tidak. Terakhir ia minta penegasan kalau kita ibadah dengan cara sebuah tanda tangan penceramah di masjid dekat rumah. Untuk kemudian dilihat oleh seorang manusia bernama Guru Agama. 
Buat saya sama sekali tak layak ketika ibadah hanya jadi deretan contrengan “melakukan” dan “tidak melakukan”. Ini bukan buku besar pembukuan yang harus tercatat rapi dan akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Buat saya saling mengingatkan saja sudah cukup, “Bro, tarawih kagak bro? Bolong mulu tarawih lo, kaya jalanan di Kalimalang,” dialog tersebut akan lebih personal dan santai ketimbang menjadikan sholat sebagai sebuah deretan isian, bagi anak SD pula. 
Agenda Ramadhan pada akhirnya jatuh pada rutinitas dan simbol ibadah yang kosong melompong dalam soal esensi. Seperti kata Avianti Armand, simbol (termasuk simbol agama) punya keterikatan sejarah yang tidak selalu datang dari dalam. Lebih sering, itu adalah hasil kesepakatan yang bersifat politis. Ya buku Agenda Ramadhan sangat politis bagi saya, terlalu politis bahkan. 
Buku ini sejak dini secara tak langsung menanamkan sikap kalau agama bisa dibawa ke ranah yang lebih luas. Ia bukan urusan privat seorang manusia, melainkan menanamkan konsep semua orang berhak mengetahuinya. Bahkan hal itu kemudian dinilai oleh seorang manusia juga. Agenda Ramadhan mungkin sepele bagi sebagian orang, tapi ketika ia tertanam di kepala tiap anak sekolah dasar negeri ini ia tak lagi sepele buat saya. Boleh jadi agenda ramadhan akan berubah menjadi agenda harian dimana ibadah sekedar check list di atas sebuah kertas. Kalau begitu caranya setiap sajadah yang kita gelar takkan mungkin menjadi sa-ja-da (bersujud), ia hanya jadi agenda harian yang kosong semata.
*ditulis sambil mendengarkan Fireflies dari Risky Summerbee and The Honeythief. O iya ini lagu yang sangat bagus buat pemakaman menurut saya.   
Advertisements

2 thoughts on “sa-ja-da Bukan Agenda

  1. rocky says:

    nek aq sd muhammadiyah mbiyen ono jenenge buku kegiatan, isine koyo agenda ramadhan tp minus puasa karo traweh gantine jam sholat, ngaji pirang ayat, sinau opo karo ttd wong tuo tiap hari dicek slama 6 tahun!!!wkwkwkwk

    6 taun tanpa esensi y brarti,,hahaha -____-

    Like

  2. Ardi Wilda says:

    @rocky: sebelum tak jawab koe tak nobatkan dadi pembaca setia blogku sek, jinguk pertamax terus kok piye, hajingan 🙂

    haha jawaban pertanyaanmu, uripmu mesakke tenan pas sd, wkwkwkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: